Depan Profil Deskripsi Singkat Desa Maniskidul

Deskripsi Singkat Desa Maniskidul

BAB II
PROFIL DESA

2.1.    Kondisi Desa

Desa Maniskidul adalah bagian dari pada Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan yang kebanyakan masyarakatnya beraktifitas sehari-harinya  dalam bidang pertanian, Perdagangan dan lain lain. Dengan luas wilayah 137,20 Ha yang terdiri dari Tanah Permukiman, Tanah Persawahan, Ladang dan Perkebunan. Keadaan Desa Maniskidul perkembangannya dari tahun ke tahun semakin meningkat baik dalam segi pelayanan umum, pelayanan kesehatan, pelayanan  pendidikan ataupun dalam segi pembangunan sarana dan prasarana. Perkembangan tersebut tidak terlepas dari kerja keras pemerintahan desa dan masyarakat serta bantuan Pemerintah baik Pusat ataupun Pemerintahan Daerah juga program-program yang ada.

 

2.1.1.     Sejarah Desa

  1. Asal Usul Nama Desa Maniskidul                   

Pada Zaman Kerajaan KEINDRAAN yang Ratunya REHSI MANIKMAYA, sebagaimana kebiasaan bahwa manusia selalu hidup dekat air dan tempat bermukimnya berupa penduduk dan dari pedukuhan-pedukuhan baru berkembang menjadi Desa.

Tercatat dalam Kitab carita PARAHIANGAN pada tahun 490 saka atau tahun 568 M dukuh peundeuy yang dihuni oleh RESHI MAKANDRIYA murid REHSI GURU MANIKMAYA

Kemudian dilanjutkan oleh PRABU MENAK KONCARYA alias KANTONG MARALAH yang mewarisi bekas wilayah buyutnya dan mendirikan Kerajaan MANDALA MANIR bersamaan dengan berdirinya kerajaan GALUH MEDANG KAMULYAN pada tahun 570 M di Ciamis, ketika Zaman Kerajaan MULADARMA yang sesepuhnya PRABU DARMARIKSA di Dukuh Peundeuy bermukim buyutnya yaitu PUTRI TRIWULAN adik KI GEDE GANDASOLI putra dari SANG RAGA SUCI Beliau adalah putra SANG RAGA MULYA putra dari PRABU DHARMARIKSA. Pada tahun 723 M didirikan Kerajaan KUTAMANDARAKAN yang rajanya CIUNG WANARA atau SANG MANARAH. SANG MANARAH mendirikan Kerajaan SAUNGGALAH dari ARILE ( palutungan ) ke KUTARAJA. Di Dukuh Peundeuy bermukim MANISRI keturunan SANG DARMAWULAN pendiri Kerajaan SAUNGGALAN, kemudian menyamar menjadi LUTUNG KASARUNG untuk menyelamatkan PIRBASARI putri CIUNG WANARA

Pada tahun 1373 M ketika Zaman Kerajaan GALUH dirajai oleh PRABU SILIWANGI yang ke III (tiga) SANG DEWA NISKALA pernah singgah di Dukuh Peundeuy ( situs batu gajah dan sumur tujuh ) sampai putranya yang kemudian menjadi PRABU SILIWANGI IV ( empat ) SANG PAMANAH RASA kawin dengan SANG CANTRINGMANIK MAYANG. Putri SANG HALIWINGAN RAJA PASUNDAN dan tinggal di Jalaksana ( situs alun-alun burung ).

Pada Zaman Islam ( 1470 M ) di Manis oleh SUNAN GUNUNG JATI diangkat seorang demang yang nama gelarnya ANGGA PATI. Pada waktu itu Manis masih bawahan kerajaan TALAGA MANGGUNG di SAGARA HIANG Ibukotanya. Ketika kerajaan TALAGA di bawah pemerintahan PANGERAN ARYA WANGSA GOFARANA. Manis di bawah KETUMENGGUNGAN PADAMENAK yang di pegang oleh RADEN PADMANAGARA yang kemudian di kenal dengan gelar PANGERAN ARYA SALINGSINGAN. Panglima kerajaan PAKUNGWATI CIREBON yang di perintah oleh PANEMBAHAN GIRILAYA.

Ketika kerajaan CIREBON di bawah pimpinan CICIT SUNAN GUNUNG JATI yaitu penembahan RATU I PANGERAN EMAS JAINUL ARIPIN. Di Manis bermukim adik kandungnya yaitu PANGERAN MANIS. Pada tahun 1570 M Manis resmi menjadi Desa MANISKALER dan MANISKIDUL, sedangkan PANGERAN MANIS tinggal di Dukuh Peundeuy dan mengajarkan Agama Islam di Padepokan Dukuh Depok.

Kuwu Maniskaler tercatat INDRA dan Kuwu Maniskidul dan WIPADRANA Keturunan INDRA PRANA dari SANGKANURIP yang masih keluarganya juga, Pada tahun 1601 Kerajaan PAKUNGWATI perang dengan Ingris yang di pimpin oleg Gubernur Jendral Raffles yang berpusat di tumasik ( Singapura ). Jika kerajaan PAKUNGWATI kalah di antaranya akan mengungsi ke Manis. Itulah sebabnya bahasa sunda logat Manis berbeda dengan desa-desa di sekitarnya karena sebelum terjadi pengungsiaan telah di persiapkan dulu oleh para Santana dari Cirebon. Pangeran Manis adalah Adik Panembahan ratu yang di beri kewenangan memegang kepustakaan keraton.

Pengetahuannya warisan dari panembahan Losari putra bungsu adipati sewarga yang juga masih pernah kakenya. Kemudian pengetahuan tersebut di wariskan kepada putranya yaitu panembahan Girilaya yaitu pangeran wangsakerta yang masih gurunya juga.

Para putra pangeran manis antara lain EMPU ANGGARUNTING memiliki keterampilan membuat barang logam antara lain Gamelan dan senjata ( Keris ) yang bermukim di Padamenak. Sejak itu keturunan pangeran manis memakai nama dari Dinasti Angga meneruskan nama prabu Anggalarang yang pernah bermukim dimanis. Putra Empu Anggarunting yaitu Empu Anggaraksa menjadi Empu Wasi Aji dan Empu Anggaprana menjadi Empu Kawi. Ketiga-tiganya kemudian pada tahun 1666-1742 M menjadi anggota dari Adhiaksa Pepitu ( tujuh ) Adhiyaksa yang dipimpin oleh keponakannaya pangeran Wangsakerta.

Pada zaman Belanda masuk penjajah desa-desa. Di Manis di bangun hotel untuk tempat beristirahat para perwira Belanda dan kolam renang Cibulan yang aslinya Situ Burung yang menjadi kering.

Yang merintis kuwu pada waktu itu adalah:

Rama eyang buyut manis ratu galuh pakuan menak pajajaran dan mempunyai tiga orang anak yaitu :

  1. Indarawulan ( perempuan )
  2. Wisaprana ( laki-laki )
  3. Indramadura ( laki-laki )

 

Pada tahun 1838 M yang menjadi kuwu Desa Maniskaler adalah Wisaprana dan kuwu Desa Maniskidul adalah Indramadura.

Kesimpulan : 

-     Nama Cibulan berasal dari Kebobulan dan Putri Tariwulan, wulan artinya bulan.

Perkawinan Kebowulan dan Pwah Apsari jabung, ditandai dengan upacara adat   kawin cai

Nama manis berasal dari Sang Manisri ( penguasa manis ) dan dari pangeran manis yang mempunyai wewenang sebagai pujangga keraton dalam kepustakaan.

DAFTAR NAMA-NAMA

KEPALA DESA MANISKIDUL

DARI TAHUN 1785

NO

NAMA

JABATAN

MASA JABATAN

KET

1

INDRA MADURA

KUWU

1785-1803

18 THN

2

ENRI

KUWU

1803-1833

30 THN

3

ANIL

KUWU

1833-1848

15 THN

4

RAKSA MADUSRAYA

KUWU

1848-1853

5 THN

5

RAKSA DIJAYA

KUWU

1853-1868

15 THN

6

KARTA MADUSRAYA

KUWU

1868-1907

39 THN

7

TERUNA SRAYA

KUWU

1907-1927

20 THN

8

KARTA DIJAYA

KUWU

1927-1943

16 THN

9

ATMADIJAYA

KUWU

1943-1967

24 THN

10

Y. JASWARA

KEPALA DESA

1967-1979

12 THN

11

H.M. DJUNAEDI

KEPALA DESA

1979-1990

11 THN

12

BONIN BAHRUDIN

KEPALA DESA

1990-1998

8 THN

13

ATIM NURYADI

KEPALA DESA

1998-2007

8 THN

14

Drs. EMAN SUHERMAN

KEPALA DESA

2007-2013

6 THN

15

Drs. H. EDI EPENDI

KEPALA DESA

2013 - 2016

3 TAHUN

16 M.SADIMAN KEPALA DESA 2017 S/D Sekarang  

 

2.1.2.     Demografi

I. Potensi Sumber Daya Alam

A. Potensi Umum

1.a. Batas Wilayah

    1. Sebelah Utara                            :  Desa Manislor

    2. Sebelah Selatan                         :  Desa Sadamantara dan Desa Padamenak

    3. Sebelah Barat                            :  Desa Sembawa

    4. Sebelah Timur                          :  Desa Garetengah

1.b. Penetapan Batas dan Peta Wilayah

Penetapan Batas                         Dasar Hukum                       Peta Wilayah

Sudah ada/ belum ada                         -                                   Ada

2. Luas Wilayah menurut penggunaan

  • Luas Pemukiman                       : 34,291   Ha
  • Luas Persawahan                       : 70          Ha
  • Luas Perkebunan/campuran  : 18          Ha
  • Luas Kuburan                            : 2,263     Ha
  • Luas Pekarangan                       : 8,697     Ha
  • Luas Perkantoran                       : 0.07       Ha
  • Luas Prasarana Umum             : 3,88       Ha

TOTAL LUAS                                  : 137,201 Ha

TANAH SAWAH

Sawah Irigasi ½ teknis                          : 70 Ha

TOTAL LUAS                                        : 70 Ha

 

TANAH KERING

  • Ladang                                               : 5 Ha
  • Pemukiman                                      : 45,751 Ha

TOTAL LUAS                                        :  50,751 Ha

 

TANAH PERKEBUNAN

Tanah Perkebunan Rakyat/campuran           : 18 Ha

TOTAL LUAS                                                    : 18 Ha

TANAH FASILITAS UMUM

Kas Desa                                                      

  1. Tanah Bengkok                                           : 17,265 Ha
  2. Tanah Titisara                                              :  7,005 Ha
  3. Perkantoran Pemerintah                      : 0,07 Ha
  4. Tempat Pemakaman Desa /umum        : 2,263 Ha
  5. Bangunan Sekolah                               : 9 Buah
  6. Jalan                                                  : 19 Ruas / 7360 M
  7. Lain-lain                                             : -

3. IKLIM

  1. Curah Hujan                                       : 26,00 MM2
  2. Jumlah Bulan Hujan                                      : 4 Bulan
  3. Suhu Rata-rata                                    : 24,32 0C
  4. Ketinggian dari permukaan laut           : 600 MDL

4. JENIS DAN KESUBURAN TANAH

  • Tingkat kemiringan tanah                  : 240
  • Tingkat tanah yang tidak erosi          : 137,201 Ha

 

5 TOPOGRAFI

A. Orbitasi

  • Jarak ke Ibukota Kecamatan                                   : 2 KM
  • Lama jarak tempuh ke ibu kota kec.                        : 5 Menit
  • Lama jarak tempuh dengan kend. Non bermotor     : 30 Menit
  • Kendaraan umum ke ibukota kec                                      : 15 Menit
  • Jarak ibukota kab                                                   :  9 KM
  • Lama jarak tempuh                                                          :  1 Jam
  • Kendaraan non bermotor                                        :  4 Jam
  • Jarak ke ibukota propinsi                                        :  210 KM
  • Jarak temph dengan kendaraan bermotor               :  3,5 Jam
  • Jarak tempuh non bermotor                                   :  24 Jam

II. POTENSI SUMBER DAYA MANUSIA

A. Jumlah

  • Jumlah laki-laki                    : 3.387 Orang
  • Jumlah Perempuan               : 3.179 Orang
  • Jumlah Total                        : 6.166 Orang
  • Jumlah KK                            : 1.731

 

                                     Tabel SDM Aparatur Pemerintah Desa maniskidul

 

NO          

 

NAMA 

 

JABATAN

 

PEND.

1

M.SADIMAN

Kepala Desa

SLTA

2

S A D A M

Sekretaris Desa

SLTA

3

SALEH

Kasi Pemerintahan

SLTA

4

J U H A N A

Kaur Keuangan

SLTA

5

SUBAGJA, SE

Kaur Perencanaan

SLTA

6

TOTO HARTONO

Kaur Umum/Tata Usaha

SLTA

7

S I S W A N D I

Kasi Kesejahtraan

SLTP

8

Y O S E P

Kasi Pelayanan

SLTA

9

DEVI NOVIYANA

Kepala Dusun I

SLTA

10

ASEP SAEPUDIN

Kepala Dusun II

SLTA

11

ADE SUSANTO

Kepala Dusun III

SLTA

12

S U T O N O

Kepala Dusun IV

SLTA

13

S A H L A N

Kepala Dusun V

SLTA

 

2.2.1. Pembagian Wilayah Desa

Secara administratif pemerintahan terbagi dalam 5 Dusun dengan jumlah penduduk sekitar 6298 jiwa sebagaimana dapat dilihat dalam Tabel:

 A. Luas Wilayah   :     

Tabel 1
Luas Wilayah Desa Maniskidul

No.

 

Uraian

 

Keteranagan

 

1.

Pemukiman

45,751 Ha

2.

Sawah

70        Ha

3.

Ladang/Hutan/Kering

18        Ha

4.

Tambak/ Kolam

3,45       Ha

Jumlah

 

137,201 Ha

 

 

Tabel 1
 

 

STRUKTUR ORGANISASI

PEMERINTAHAN DESA

DESA MANISKIDUL KECAMATAN JALAKSAN

 

 

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II
PROFIL DESA

2.1.    Kondisi Desa

Desa Maniskidul adalah bagian dari pada Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan yang kebanyakan masyarakatnya beraktifitas sehari-harinya  dalam bidang pertanian, Perdagangan dan lain lain. Dengan luas wilayah 137,20 Ha yang terdiri dari Tanah Permukiman, Tanah Persawahan, Ladang dan Perkebunan. Keadaan Desa Maniskidul perkembangannya dari tahun ke tahun semakin meningkat baik dalam segi pelayanan umum, pelayanan kesehatan, pelayanan  pendidikan ataupun dalam segi pembangunan sarana dan prasarana. Perkembangan tersebut tidak terlepas dari kerja keras pemerintahan desa dan masyarakat serta bantuan Pemerintah baik Pusat ataupun Pemerintahan Daerah juga program-program yang ada.

 

2.1.1.     Sejarah Desa

  1. Asal Usul Nama Desa Maniskidul                   

Pada Zaman Kerajaan KEINDRAAN yang Ratunya REHSI MANIKMAYA, sebagaimana kebiasaan bahwa manusia selalu hidup dekat air dan tempat bermukimnya berupa penduduk dan dari pedukuhan-pedukuhan baru berkembang menjadi Desa.

Tercatat dalam Kitab carita PARAHIANGAN pada tahun 490 saka atau tahun 568 M dukuh peundeuy yang dihuni oleh RESHI MAKANDRIYA murid REHSI GURU MANIKMAYA

Kemudian dilanjutkan oleh PRABU MENAK KONCARYA alias KANTONG MARALAH yang mewarisi bekas wilayah buyutnya dan mendirikan Kerajaan MANDALA MANIR bersamaan dengan berdirinya kerajaan GALUH MEDANG KAMULYAN pada tahun 570 M di Ciamis, ketika Zaman Kerajaan MULADARMA yang sesepuhnya PRABU DARMARIKSA di Dukuh Peundeuy bermukim buyutnya yaitu PUTRI TRIWULAN adik KI GEDE GANDASOLI putra dari SANG RAGA SUCI Beliau adalah putra SANG RAGA MULYA putra dari PRABU DHARMARIKSA. Pada tahun 723 M didirikan Kerajaan KUTAMANDARAKAN yang rajanya CIUNG WANARA atau SANG MANARAH. SANG MANARAH mendirikan Kerajaan SAUNGGALAH dari ARILE ( palutungan ) ke KUTARAJA. Di Dukuh Peundeuy bermukim MANISRI keturunan SANG DARMAWULAN pendiri Kerajaan SAUNGGALAN, kemudian menyamar menjadi LUTUNG KASARUNG untuk menyelamatkan PIRBASARI putri CIUNG WANARA

Pada tahun 1373 M ketika Zaman Kerajaan GALUH dirajai oleh PRABU SILIWANGI yang ke III (tiga) SANG DEWA NISKALA pernah singgah di Dukuh Peundeuy ( situs batu gajah dan sumur tujuh ) sampai putranya yang kemudian menjadi PRABU SILIWANGI IV ( empat ) SANG PAMANAH RASA kawin dengan SANG CANTRINGMANIK MAYANG. Putri SANG HALIWINGAN RAJA PASUNDAN dan tinggal di Jalaksana ( situs alun-alun burung ).

Pada Zaman Islam ( 1470 M ) di Manis oleh SUNAN GUNUNG JATI diangkat seorang demang yang nama gelarnya ANGGA PATI. Pada waktu itu Manis masih bawahan kerajaan TALAGA MANGGUNG di SAGARA HIANG Ibukotanya. Ketika kerajaan TALAGA di bawah pemerintahan PANGERAN ARYA WANGSA GOFARANA. Manis di bawah KETUMENGGUNGAN PADAMENAK yang di pegang oleh RADEN PADMANAGARA yang kemudian di kenal dengan gelar PANGERAN ARYA SALINGSINGAN. Panglima kerajaan PAKUNGWATI CIREBON yang di perintah oleh PANEMBAHAN GIRILAYA.

Ketika kerajaan CIREBON di bawah pimpinan CICIT SUNAN GUNUNG JATI yaitu penembahan RATU I PANGERAN EMAS JAINUL ARIPIN. Di Manis bermukim adik kandungnya yaitu PANGERAN MANIS. Pada tahun 1570 M Manis resmi menjadi Desa MANISKALER dan MANISKIDUL, sedangkan PANGERAN MANIS tinggal di Dukuh Peundeuy dan mengajarkan Agama Islam di Padepokan Dukuh Depok.

Kuwu Maniskaler tercatat INDRA dan Kuwu Maniskidul dan WIPADRANA Keturunan INDRA PRANA dari SANGKANURIP yang masih keluarganya juga, Pada tahun 1601 Kerajaan PAKUNGWATI perang dengan Ingris yang di pimpin oleg Gubernur Jendral Raffles yang berpusat di tumasik ( Singapura ). Jika kerajaan PAKUNGWATI kalah di antaranya akan mengungsi ke Manis. Itulah sebabnya bahasa sunda logat Manis berbeda dengan desa-desa di sekitarnya karena sebelum terjadi pengungsiaan telah di persiapkan dulu oleh para Santana dari Cirebon. Pangeran Manis adalah Adik Panembahan ratu yang di beri kewenangan memegang kepustakaan keraton.

Pengetahuannya warisan dari panembahan Losari putra bungsu adipati sewarga yang juga masih pernah kakenya. Kemudian pengetahuan tersebut di wariskan kepada putranya yaitu panembahan Girilaya yaitu pangeran wangsakerta yang masih gurunya juga.

Para putra pangeran manis antara lain EMPU ANGGARUNTING memiliki keterampilan membuat barang logam antara lain Gamelan dan senjata ( Keris ) yang bermukim di Padamenak. Sejak itu keturunan pangeran manis memakai nama dari Dinasti Angga meneruskan nama prabu Anggalarang yang pernah bermukim dimanis. Putra Empu Anggarunting yaitu Empu Anggaraksa menjadi Empu Wasi Aji dan Empu Anggaprana menjadi Empu Kawi. Ketiga-tiganya kemudian pada tahun 1666-1742 M menjadi anggota dari Adhiaksa Pepitu ( tujuh ) Adhiyaksa yang dipimpin oleh keponakannaya pangeran Wangsakerta.

Pada zaman Belanda masuk penjajah desa-desa. Di Manis di bangun hotel untuk tempat beristirahat para perwira Belanda dan kolam renang Cibulan yang aslinya Situ Burung yang menjadi kering.

Yang merintis kuwu pada waktu itu adalah:

Rama eyang buyut manis ratu galuh pakuan menak pajajaran dan mempunyai tiga orang anak yaitu :

  1. Indarawulan ( perempuan )
  2. Wisaprana ( laki-laki )
  3. Indramadura ( laki-laki )

 

Pada tahun 1838 M yang menjadi kuwu Desa Maniskaler adalah Wisaprana dan kuwu Desa Maniskidul adalah Indramadura.

Kesimpulan : 

-     Nama Cibulan berasal dari Kebobulan dan Putri Tariwulan, wulan artinya bulan.

Perkawinan Kebowulan dan Pwah Apsari jabung, ditandai dengan upacara adat   kawin cai

Nama manis berasal dari Sang Manisri ( penguasa manis ) dan dari pangeran manis yang mempunyai wewenang sebagai pujangga keraton dalam kepustakaan.

DAFTAR NAMA-NAMA

KEPALA DESA MANISKIDUL

DARI TAHUN 1765

NO

NAMA

JABATAN

MASA JABATAN

KET

1

INDRA MADURA

KUWU

1785-1803

18 THN

2

ENRI

KUWU

1803-1833

30 THN

3

ANIL

KUWU

1833-1848

15 THN

4

RAKSA MADUSRAYA

KUWU

1848-1853

5 THN

5

RAKSA DIJAYA

KUWU

1853-1868

15 THN

6

KARTA MADUSRAYA

KUWU

1868-1907

39 THN

7

TERUNA SRAYA

KUWU

1907-1927

20 THN

8

KARTA DIJAYA

KUWU

1927-1943

16 THN

9

ATMADIJAYA

KUWU

1943-1967

24 THN

10

Y. JASWARA

KEPALA DESA

1967-1979

12 THN

11

H.M. DJUNAEDI

KEPALA DESA

1979-1990

11 THN

12

BONIN BAHRUDIN

KEPALA DESA

1990-1998

8 THN

13

ATIM NURYADI

KEPALA DESA

1998-2007

8 THN

14

Drs. EMAN SUHERMAN

KEPALA DESA

2007-2013

6 THN

15

Drs. H. EDI EPENDI

KEPALA DESA

2013 - 2016

3 THN

16 M.SADIMAN KEPALA DESA 2017 S/D Sekarang  

 

2.1.2.     Demografi

I. Potensi Sumber Daya Alam

A. Potensi Umum

1.a. Batas Wilayah

    1. Sebelah Utara                            :  Desa Manislor

    2. Sebelah Selatan                         :  Desa Sadamantara dan Desa Padamenak

    3. Sebelah Barat                            :  Desa Sembawa

    4. Sebelah Timur                          :  Desa Garetengah

1.b. Penetapan Batas dan Peta Wilayah

Penetapan Batas                         Dasar Hukum                       Peta Wilayah

Sudah ada/ belum ada                         -                                   Ada

2. Luas Wilayah menurut penggunaan

  • Luas Pemukiman                       : 34,291   Ha
  • Luas Persawahan                       : 70          Ha
  • Luas Perkebunan/campuran  : 18          Ha
  • Luas Kuburan                            : 2,263     Ha
  • Luas Pekarangan                       : 8,697     Ha
  • Luas Perkantoran                       : 0.07       Ha
  • Luas Prasarana Umum             : 3,88       Ha

TOTAL LUAS                                  : 137,201 Ha

TANAH SAWAH

Sawah Irigasi ½ teknis                          : 70 Ha

TOTAL LUAS                                        : 70 Ha

 

TANAH KERING

  • Ladang                                               : 5 Ha
  • Pemukiman                                      : 45,751 Ha

TOTAL LUAS                                        :  50,751 Ha

 

TANAH PERKEBUNAN

Tanah Perkebunan Rakyat/campuran           : 18 Ha

TOTAL LUAS                                                    : 18 Ha

TANAH FASILITAS UMUM

Kas Desa                                                      

  1. Tanah Bengkok                                           : 17,265 Ha
  2. Tanah Titisara                                              :  7,005 Ha
  3. Perkantoran Pemerintah                      : 0,07 Ha
  4. Tempat Pemakaman Desa /umum        : 2,263 Ha
  5. Bangunan Sekolah                               : 9 Buah
  6. Jalan                                                  : 19 Ruas / 7360 M
  7. Lain-lain                                             : -

3. IKLIM

  1. Curah Hujan                                       : 26,00 MM2
  2. Jumlah Bulan Hujan                                      : 4 Bulan
  3. Suhu Rata-rata                                    : 24,32 0C
  4. Ketinggian dari permukaan laut           : 600 MDL

4. JENIS DAN KESUBURAN TANAH

  • Tingkat kemiringan tanah                  : 240
  • Tingkat tanah yang tidak erosi          : 137,201 Ha

 

5 TOPOGRAFI

A. Orbitasi

  • Jarak ke Ibukota Kecamatan                                   : 2 KM
  • Lama jarak tempuh ke ibu kota kec.                        : 5 Menit
  • Lama jarak tempuh dengan kend. Non bermotor     : 30 Menit
  • Kendaraan umum ke ibukota kec                                      : 15 Menit
  • Jarak ibukota kab                                                   :  9 KM
  • Lama jarak tempuh                                                          :  1 Jam
  • Kendaraan non bermotor                                        :  4 Jam
  • Jarak ke ibukota propinsi                                        :  210 KM
  • Jarak temph dengan kendaraan bermotor               :  3,5 Jam
  • Jarak tempuh non bermotor                                   :  24 Jam

II. POTENSI SUMBER DAYA MANUSIA

A. Jumlah

  • Jumlah laki-laki                    : 3.387 Orang
  • Jumlah Perempuan               : 3.179 Orang
  • Jumlah Total                        : 6.166 Orang
  • Jumlah KK                            : 1.731

 

                                     Tabel SDM Aparatur Pemerintah Desa maniskidul

 

NO          

 

NAMA 

 

JABATAN

 

PEND.

1

M.SADIMAN

Kepala Desa

SLTA

2

S A D A M

Sekretaris Desa

SLTA

3

S A L E H

Kasi Pemerintahan

SLTA

4

J U H A N A

Kaur Keuangan

SLTA

5

SUBAGJA . SE

Kaur Perencanaan

S1

6

TOTO HARTONO

Kaur Umum/Tata Usaha

SLTA

7

S I S W A N D I

Kasi Kesejahtraan

SLTA

8

Y O S E P

Kasi Pelayanan

SLTA

9

DEVI NOVIYANA

Kepala Dusun I

SLTA

10

ASEP SAEPUDIN

Kepala Dusun II

SLTA

11

ADE SUSANTO

Kepala Dusun III

SLTA

12

S U T O N O

Kepala Dusun IV

SLTA

13

S A H L A N

Kepala Dusun V

SLTA

 

2.2.1. Pembagian Wilayah Desa

Secara administratif pemerintahan terbagi dalam 5 Dusun dengan jumlah penduduk sekitar 6298 jiwa sebagaimana dapat dilihat dalam Tabel:

 A. Luas Wilayah   :     

Tabel 1
Luas Wilayah Desa Maniskidul

No.

 

Uraian

 

Keteranagan

 

1.

Pemukiman

45,751 Ha

2.

Sawah

70        Ha

3.

Ladang/Hutan/Kering

18        Ha

4.

Tambak/ Kolam

3,45       Ha

Jumlah

 

137,201 Ha

 

 

Tabel 1
 

 

 

STRUKTUR ORGANISASI

PEMERINTAHAN DESA

DESA MANISKIDUL KECAMATAN JALAKSAN